December 25th, 2011
TIGA RACUN UTAMA Oleh : MS Gautama Harjono (Part 2 / END)
Kebencian berarti tidak suka kepada seseorang, cemburu pada seseorang, iri hati, sikap curiga , takut , dendam, dan segala sesuatu yang tergolong keinginan untuk menolak sesuatu. Kebencian juga menyangkut kebencian pada diri sendiri. Kebencian merupakan juga racun bagi tubuh dan juga bagi hati/jiwa kita. Ada sebuah kisah sepasang suami istri suatu hari bertengkar hebat, istri marah dan merasa sangat membenci suaminya. Tiba-tiba bayinya menangis karena lapar. Lalu ibunya segera menyusui bayinya. Tak lama setelah menyusui, tiba-tiba bayi itu demam tinggi, Dengan perasaan khawatir, sang ibu membawa anak ini ke RS. Dokter menanyakan peristiwa apa yang terjadi sebelumnya. Ibupun menceritakan masalah pertengkarannya dengan suaminya dan bagaimana perasaan dia yang sangat membenci suaminya. Mendengar cerita ibuini, dokter memahami sumber masalahnya, Ketika ibu marah dan benci, maka zat-zat yang tak baik akan meningkat dalam tubuh ibu dan masuk ke dalam ASI. Hal inilah yang membuat bayi itu menjadi demam. Jadi kalau kita memupuk kebencian, kemarahan, iri, dan sifat buruk dalam diri, sesungguhnya kita sedang memupuk racun dalam tubuh. Akibatnya hal ini akan mempengaruhi bukan hanya hati kita tapi juga tubuh kita. Ini sungguh sangat tak baik bagi diri kita. Karena itu, janganlah memupuk kebencian dalam hati kita. Lebih baik memupuk kebaikan.
3. Moha atau Kebodohan Batin
Kebodohan batin yang dimaksud adalah tidak bisa membedakan perbuatan baik yang harus dilakukan dan perbuatan jahat yang seharusnya ditinggalkan. Orang yang bodoh batinnya malah cenderung melakukan perbuatan jahat. Dia akan menganggap kejahatan yang dilakukan adalah wajar dan biasa. Orang yang bodoh batinnya adalah juga yang malas melakukan kebajikan, egois, sombong,angkuh, munafik dan gengsian. Orang yang demikian pasti akan terus berada dalam kejahatan dan akhirnya jatuh dalam kesesatan. Bukankah ini adalah juga racun bagi diri kita?
Inilah tiga racun utama yang menjadi akar dari kejahatan. Karena adanya racun ini, maka manusia kemudian melakukan kejahatan. Sungguh tiga racun ini akan mencelakai diri kita. Demikianlah Bodhidharma membina, berjuang menyingkirkan tiga racun utama ini sehingga beliau tiada kilesa, tiada beban dalan jiwa. Bila tidak ada tiga racun ini maka hati tenang jiwapun damai.
Untuk membuang ketiga racun ini yang harus kita lakukan adalah dengan sujud nurani, tobat nurani, dan penyelamatan nurani. Membuang racun ini, tentu tak semudah yang dibayangkan karena sudah terlalu lama melekat dalam jiwa. Karena itu kita perlu sujud dan tobat nurani. Sujud dan tobat yang dilakukan dengan kesungguhan dan ketulusan hati akan mendatangkan kekuatan para Buddha untuk membantu membersihkan racun-racun ini. Penyelamatan nurani artinya senantiasa menguntungkan orang lain. Orang yang selalu berpikir untuk menguntungkan orang lain pasti tidak akan serakah, akan jauh dari kebencian dan selalu menanam kebaikan. Dengan demikian dia telah berusaha membuang tiga racun ini dari dalam dirinya. Karena itu senantiasalah melakukan tiga hal ini yaitu sujud,tobat dan penyelamatan nurani agar racun-racun dalam tubuh kita bisa habis dibersihkan dan hidup sehat jiwa dan raga. Jiwa dan raga yang sehat akan mendatangkan kebahagiaan dalam hidup. Bukankah pada akhirnya kita mengharapkan hidup yang bahagia….untuk itu bersihkan dulu racun dalam tubuh ini.
Disadur Oleh: RC


