<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Maha Tao Maitreya &#187; LATEST NEWS</title>
	<atom:link href="http://www.maitreya.or.id/2010/category/news/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.maitreya.or.id/2010</link>
	<description>Buddhisme Maitreya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Dec 2011 15:59:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mapanbumi Korda 3 &amp; INLA memberikan sumbangan ke 3 panti sosial</title>
		<link>http://www.maitreya.or.id/2010/mapanbumi-korda-3-inla-memberikan-sumbangan-ke-3-panti-sosial</link>
		<comments>http://www.maitreya.or.id/2010/mapanbumi-korda-3-inla-memberikan-sumbangan-ke-3-panti-sosial#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 07:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[LATEST NEWS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maitreya.or.id/2010/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[Dalam memperingati hari waisak 2555 BE, Mapanbumi ( Majelis Pandita Buddha Maitreya ) Koordinator Wilayah 3 bekerja sama dengan INLA ( International Nature Loving Association ) mengadakan kunjungan social pada hari Minggu, 29 Mei 2011 ke panti asukan, panti jompo, dan panti syaraf di daerah cengkareng, Jakarta Barat. 
Dalam baksos kali ini sumbangan – sumbangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-tresna-werda.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-523" title="panti tresna werda" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-tresna-werda-300x225.jpg" alt="" width="211" height="158" /></a>Dalam memperingati hari waisak 2555 BE, Mapanbumi ( Majelis Pandita Buddha Maitreya ) Koordinator Wilayah 3 bekerja sama dengan INLA ( International Nature Loving Association ) mengadakan kunjungan social pada hari Minggu, 29 Mei 2011 ke panti asukan, panti jompo, dan panti syaraf di daerah cengkareng, Jakarta Barat. <span id="more-522"></span></p>
<p>Dalam baksos kali ini sumbangan – sumbangan yang telah terkumpul berupa beras dengan total 10 ton, 100 dus mie instant Alhami, 10 dus obat – obatan, 10 dus pakaian baru dan 200 buah mainan anak – anak.</p>
<p>Penyerahan sumbangan tersebuh dilakukan oleh Wakil Ketua Umum INLA yaitu Pdt. Jondras Kasrian, Kasi Sosial Masyarakat Pdm. Sukamto, Pimpinan Pusdiklat Maitreyawira Pdt. Liu, Kadiv Sosial Masyarakat, Direktur Hammer Group Alexandrias Hartono dan 56 anggota lainnya.</p>
<p>Kunjungan pertama dilakukan di Panti Sosial Bina Grahita (panti asuhan anak – anak cacat ganda), diberikan kepada pemimpin panti asuhan Legiman yang berupa 3 ton beras, mainan anak – anak, baju baru, 50 dus mis instant Alhamie, 10 dus agar – agar Kanten cap Swallow dari PT Dunia Bintang Wallet ( Effendi Tjoeng).</p>
<p>Seusai dari panti Bina Grahita, Pdt. Jondras beserta rombongan melanjutkan kungjungannya ke panti social Bina Laras Harapan Sentosa I, disana para rombongan di sambut hangat oleh pimpinan panti Erik Simarmoto, yang menerima sumbangan berupa 3,5 ton beras, 5 dus baju baru, 700 buah roti untuk sekotar 680 pasien terbelakang.</p>
<p>Kegiatan kunjungan ini diakhiri dengan berkunjung ke panti social Tresna Werdha Budi Mulia 2 Cengkareng (panti jompo). Sumbangan berupa 3,5 ton beras, handuk, obat – obatan, serta mie instant Alhami dari Djusianto Law yang diserahkan ke pimpinan panti Hartati.</p>
<p>Bakti social seperti di atas telah dilakukan secara rutin setiap tahunnya dan ada pula aksi social seperti pengobatan gratis yang di rutin dilakukan setiap bulannya.</p>
<p style="text-align: center;">berikut foto &#8211; foto dokumentasi</p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-bina-laras.jpg"></a><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-tuna-grahita2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-532" title="panti tuna grahita2" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-tuna-grahita2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-tuna-grahita1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-531" title="panti tuna grahita1" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-tuna-grahita1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-tuna-grahita.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-530" title="panti tuna grahita" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-tuna-grahita-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-tresna-werda2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-529" title="panti tresna werda2" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-tresna-werda2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-tresna-werda1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-528" title="panti tresna werda1" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-tresna-werda1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-bina-laras3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-527" title="panti bina laras3" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-bina-laras3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-bina-laras2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-526" title="panti bina laras2" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-bina-laras2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-bina-laras1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-525" title="panti bina laras1" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-bina-laras1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-bina-laras.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-524" title="panti bina laras" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/06/panti-bina-laras-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><strong>Disadur Oleh: RC</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maitreya.or.id/2010/mapanbumi-korda-3-inla-memberikan-sumbangan-ke-3-panti-sosial/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bakti Sosial di Vihara Maitreya Tambora &#8211; 20 April 2011</title>
		<link>http://www.maitreya.or.id/2010/bakti-sosial-di-vihara-maitreya-tambora-20-april-2011</link>
		<comments>http://www.maitreya.or.id/2010/bakti-sosial-di-vihara-maitreya-tambora-20-april-2011#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 May 2011 18:07:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[LATEST NEWS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maitreya.or.id/2010/?p=478</guid>
		<description><![CDATA[Selama berberapa tahun belakangan Mapanbumi telah melaksanakan bakti sosial seperti kunjungan ke panti asuhan, panti jompo, pengobatan gratis dan lain-lain.
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas khusus bakti sosial yang dilaksanakan di MAPANBUMI wilayah 3.
Khusus pengobatan gratis dilaksanakan oleh MAPANBUMI wilayah 3 yang telah menjadi rutinitas bulanan diadakan di vihara – vihara sekitar jabotabek  dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/05/24042011858.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-480" title="24042011858" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/05/24042011858-300x225.jpg" alt="" width="150" height="132" /></a>Selama berberapa tahun belakangan Mapanbumi telah melaksanakan bakti sosial seperti kunjungan ke panti asuhan, panti jompo, pengobatan gratis dan lain-lain.</p>
<p>Pada kesempatan kali ini kita akan membahas khusus bakti sosial yang dilaksanakan di MAPANBUMI wilayah 3.<span id="more-478"></span></p>
<p>Khusus pengobatan gratis dilaksanakan oleh MAPANBUMI wilayah 3 yang telah menjadi rutinitas bulanan diadakan di vihara – vihara sekitar jabotabek  dan Jawa Barat seperti vihara di kracak, Binong, dan lain-lain bahkan pernah dilakukan di luar vihara seperti di Kebun Maitri di Bogor.</p>
<p>Seperti pada tahun 2010, kita telah melaksanakan kegiatan ini dengan Jumlah total Pasien yang dilayani sekitar 1511 Orang. Semua ini adalah berkah dari Tuhan Yang Maha Esa , Buddha Maitreya dan para buddha, serta partisipasi dari semua pihak baik dari kalangan medis (dokter, Apoteker, dll) maupun dari nonmedis / relawan.</p>
<p>Kali ini pada bulan April 2011, baksos pengobatan gratis diadakan di vihara dalam kota Jakarta, tepatnya vihara Maitreya  Tambora. Acara yang diadakan tanggal 20 April 2011 dimulai pada pagi hari jam 09.00 WIB sampai jam 13.00 WIB. Sebelum  acara  dimulai pasien sudah menunggu untuk diperiksa oleh Dokter.</p>
<p>Dalam baksos kali ini dihadiri oleh Pdt.Jondras, selaku Pimpinan Vihara Maitreya Tambora, Pdt.Madya Ahuat selaku Koordinator baksos di Vihara Tambora dan dibantu oleh sejumlah muda / i di vihara tersebut. Untuk tenaga kesehatan terdapat 9 orang Dokter, 2 Apoteker dan 1 orang Asisten Apoteker.</p>
<p>Acara ditutup jam 13.00 WIB dan dinilai cukup sukses dan setelah terkumpul lebih dari 400 orang pasien. Pasien selain mendapat pengobatan gratis juga memperoleh konsultasi dan arahan dari dokter. Acara  diakhiri dengan foto bersama Pandita dan semua panitia yang berpartisipasi di hari itu.</p>
<p>Semoga dengan adanya pengobatan gratis ini , warga di daerah Tambora menjadi lebih sehat dan lebih mengetahui pentingnya kesehatan. Semoga kegiatan seperti ini dapat di laksanakan setiap tahunnya. Semoga semua makhluk berbahagia.</p>
<p>Beberapa Foto Kegiatan:</p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/05/240420118301.jpg"></a><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/05/240420118301.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-485" title="24042011830" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/05/240420118301-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/05/24042011839.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-483" title="24042011839" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/05/24042011839-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/05/24042011847.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-484" title="24042011847" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/05/24042011847-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/05/24042011785.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-481" title="24042011785" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/05/24042011785-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><strong>Sumber : (Miami, Apt)</strong></p>
<p><strong>Disadur Oleh : RC</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maitreya.or.id/2010/bakti-sosial-di-vihara-maitreya-tambora-20-april-2011/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bakti Sosial Di Maitri Garden &#8211; Bogor Minggu, 20 Feb 2011</title>
		<link>http://www.maitreya.or.id/2010/bakti-sosial-di-maitri-garden-%e2%80%93-bogor-minggu-20-februari-2011</link>
		<comments>http://www.maitreya.or.id/2010/bakti-sosial-di-maitri-garden-%e2%80%93-bogor-minggu-20-februari-2011#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 17:50:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[LATEST NEWS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maitreya.or.id/2010/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[Di tahun 2011 ini, Mapanbumi kembali mengadakan bakti social. Kegiatan yang berupa pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis kali ini berbeda seperti biasanya karena diadakan di luar vihara tepatnya di Maitri Garden, Desa Sukaluyu, Bogor. Beberapa hari sebelum kegiatan dimulai kupon sebanyak 300 lembar telah disebarkan kepada masyarakat desa tersebut.
Tepat pukul 09.30 WIB Tim Medis dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tahun 2011 ini, Mapanbumi kembali mengadakan bakti social. Kegiatan yang berupa pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis kali ini berbeda seperti biasanya karena diadakan di luar vihara tepatnya di Maitri Garden, Desa Sukaluyu, Bogor.<span id="more-448"></span> Beberapa hari sebelum kegiatan dimulai kupon sebanyak 300 lembar telah disebarkan kepada masyarakat desa tersebut.</p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/02/baksos-22-feb.png"><img class="size-medium wp-image-449 alignleft" style="margin: 0pt 10px 5px 0pt;" title="baksos 22 feb" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2011/02/baksos-22-feb-300x224.png" alt="" width="244" height="183" /></a>Tepat pukul 09.30 WIB Tim Medis dan para Relawan tiba di lokasi. Dalam Kegiatan ini turut hadir juga Pdt. Indra Widjaja, Pdt. Hussar Djamin Kurniawan, Pdt Mdy. Effendy, dan Pdt Mdy Hendian serta Pak Agus, seorang pemilik lapangan Futsal ini dengan sukarela meminjamkan tempat untuk kegiatan ini juga ikut serta berpartisipasi dalam baksos.</p>
<p>Masyarakat yang sebagian besar berupa pasien Geriatrik dengan sabar menunggu antrian pemeriksaan dari dokter. Selain memberikan obat dan penjelasan aturan pakai, Tim Medis juga memberikan konsultasi mengenai pola hidup sesuai dengan kondisi masing-masing.</p>
<p>Pengobatan yang dilayani oleh 6 orang dokter dan seorang Apoteker  ini berjalan dengan tertib dan lancar. Masyarakat berharap kegiatan seperti ini akan diadakan kembali untuk waktu-waktu yang akan datang. Semoga kegiatan yang menjadi agenda bulan bagi Mapanbumi ini dapat memperkenalkan kabar sukacita Maitreya kepada masyarakat luas.</p>
<p>(Miami, Apt)</p>
<p><strong>Disadur Oleh: RC</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maitreya.or.id/2010/bakti-sosial-di-maitri-garden-%e2%80%93-bogor-minggu-20-februari-2011/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar dan Expo 168 Masakan Vegan. Bangka, 7 Nov 2010</title>
		<link>http://www.maitreya.or.id/2010/seminar-dan-expo-168-masakan-vegan-bangka-7-november-2010</link>
		<comments>http://www.maitreya.or.id/2010/seminar-dan-expo-168-masakan-vegan-bangka-7-november-2010#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Nov 2010 07:58:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[LATEST NEWS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maitreya.or.id/2010/?p=380</guid>
		<description><![CDATA[Puji syukur atas rahmat kasih TYME, sehingga Indonesia Vegetarian Society (IVS) Cabang Bangka dapat menyelenggarakan SEMINAR DAN EXPO 168 MASAKAN VEGAN untuk pertama kalinya di Pulau Bangka. Selama ini Umat dianjurkan untuk bervegetarian tapi pengetahuan dan pemahaman  tentang vegetarian masih belum memadai maka pada acara ini adalah kegiatan yang sangat membantu agar umat mempunyai wawasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Puji syukur atas rahmat kasih TYME, sehingga Indonesia Vegetarian Society (IVS) Cabang Bangka dapat menyelenggarakan SEMINAR DAN EXPO 168 MASAKAN VEGAN untuk pertama kalinya di Pulau Bangka. <span id="more-380"></span>Selama ini Umat dianjurkan untuk bervegetarian tapi pengetahuan dan pemahaman  tentang vegetarian masih belum memadai maka pada acara ini adalah kegiatan yang sangat membantu agar umat mempunyai wawasan tentang manfaat bagi kesehatan dan lingkungan hidup dengan pola hidup vegetarian.</p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/11/PEMBAGIAN-PIAGAM-PENGHARGAAN1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-383" title="PEMBAGIAN PIAGAM PENGHARGAAN" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/11/PEMBAGIAN-PIAGAM-PENGHARGAAN1-300x224.jpg" alt="" width="239" height="178" /></a>Pada acara tersebut banyak diikuti oleh masyarakat umum, yang peduli terhadap kesehatan dan lingkungan hidup. Acara ini dilaksanakan di gedung SETIA BAKTI Pangkalpinang oleh IVS, yang bertemakan “SAVE OUR LIFE, SAVE OUR PLANET”. Acara ini dilaksanakan dengan tujuan memasyarakatkan vegetarianisme  demi menyelamatkan diri kita sendiri khususnya dan bumi kita yang berada di ambang kehancuran pada umumnya.</p>
<p>Pembicara dalam acara ini adalah Drs. Susianto, MKM selaku ketua operasional IVS Pusat. Acara berlangsung dari pukul 13.00 s/d 17.00 WIb yang terdiri dari seminar diikuti dengan tanya jawab dan expo 168 masakan vegan yang dibagi dalam 10 stand dan 1 stand minuman. Meskipun cuaca mendung Karena diguyur hujan sejak pagi hari, namun para panitia tetap semangat, tamu undangan dan hadirin yang mengikuti acara ini pun mencapai sekitar 700 orang.</p>
<p><strong>Berikut Galery Photo :<br />
</strong></p>
<p><a href="../wp-content/uploads/2010/11/BKT-SLJ-BERBUNGA.jpg"><img title="BKT SLJ BERBUNGA" src="../wp-content/uploads/2010/11/BKT-SLJ-BERBUNGA-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p><a href="../wp-content/uploads/2010/11/CUMI-JAMUR-KASIH.jpg"><img title="CUMI JAMUR KASIH" src="../wp-content/uploads/2010/11/CUMI-JAMUR-KASIH-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p><a href="../wp-content/uploads/2010/11/PEMBICARA-DAN-MODERATOR.jpg"><img title="PEMBICARA DAN MODERATOR" src="../wp-content/uploads/2010/11/PEMBICARA-DAN-MODERATOR-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p><a href="../wp-content/uploads/2010/11/saat-expo.jpg"><img title="saat expo" src="../wp-content/uploads/2010/11/saat-expo-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p><a href="../wp-content/uploads/2010/11/STAND-MKNAN.jpg"><img title="STAND MKNAN" src="../wp-content/uploads/2010/11/STAND-MKNAN-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p>Berkat perjuangan dan kerja sama yang baik dari para panitia maupun para donatur/sponsor di Pulau Bangka akhirnya acara ini dapat berjalan dengan lancar dan meriah.</p>
<p>Teruslah berjuang IVS dan saudara-saudara ku, semoga vegetarianisme terus berkembang jaya dan dunia bahagia pun segera terwujud! JIA YOU….^V^</p>
<p><strong>Sumber : Lilis</strong></p>
<p><strong>Disadur Oleh : RC &amp; Riky Tjhia</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maitreya.or.id/2010/seminar-dan-expo-168-masakan-vegan-bangka-7-november-2010/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>39th IVU World Vegetarian Congress</title>
		<link>http://www.maitreya.or.id/2010/39th-ivu-world-vegetarian-congress-part-1</link>
		<comments>http://www.maitreya.or.id/2010/39th-ivu-world-vegetarian-congress-part-1#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Oct 2010 15:52:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[LATEST NEWS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maitreya.or.id/2010/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sukses menjadi tuan rumah South East Asia Vegetarian Congress di Batam pada tahun 2009 dan Asian vegetarian Congress di Medan pada tahun 2010 lalu, IVS (Indonesia Vegetarian Society) kembali berhasil menang dengan suara mutlak mengalahkan negara-negara seperti Amerika Serikat dan negara Eropa lainnya, dan akhirnya terpilih menjadi tuan rumah &#38; penyelenggara (host &#38; organiser) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sukses menjadi tuan rumah South East Asia Vegetarian Congress di Batam pada tahun 2009 dan Asian vegetarian Congress di Medan pada tahun 2010 lalu, IVS (Indonesia Vegetarian Society) kembali berhasil menang dengan suara mutlak mengalahkan negara-negara seperti Amerika Serikat dan negara Eropa lainnya,<span id="more-345"></span> dan akhirnya terpilih menjadi tuan rumah &amp; penyelenggara (host &amp; organiser) acara bergengsi dan bertaraf Internasional, 39<sup>th</sup> IVU World Vegetarian Congress (Kongres Vegetarian se-Dunia yang ke-39), yang akan diselenggarakan di Jakarta, 1 &#8211; 6 Oktober 2010. Kemudian dilanjutkan di pulau Bali pada tanggal 7 &#8211; 9 Oktober 2010.</p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/10/PIC_0335-ed.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-346" title="PIC_0335 ed" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/10/PIC_0335-ed.jpg" alt="" width="300" height="250" /></a>39th IVU World Vegetarian Congress ini akan diikuti oleh tamu dari berbagai negara dan peserta dari seluruh propinsi di Indonesia, peserta pameran dari restoran makanan vegetarian, pabrik bahan makanan vegetarian, supplier bahan makanan non-hewani &amp; food supplement bahan alami, dan lain-lain. Acara ini diharapkan akan menarik sekitar 8.000 pengunjung dari manca negara dan seluruh Indonesia yang terdiri dari profesional, akademisi, pengusaha, pengamat, jurnalis, mahasiswa, dan siswa.</p>
<p>Kongres vegetarian dunia yang diadakan setiap dua tahun sekali ini terdiri dari seminar dan pameran vegetarian. Hal ini beranjak dari sejarah pola makan vegetarian yang merupakan suatu budaya manusia yang sudah dikenal sejak jaman dahulu kala.</p>
<p>Kini pola makan vegetarian mencapai momentumnya di tengah krisis masalah kesehatan dan lingkungan hidup, karena ternyata pola makan vegetarian (nabati) mampu menurunkan risiko berbagai penyakit degeneratif/kronis seperti penyakit jantung koroner, stroke, kanker, hipertensi, diabetes, obesitas, osteoporosis, dan lain sebagainya, disamping pola makan vegetarian juga ternyata sangat ramah lingkungan sehingga dapat menjadi solusi untuk mengurangi dampak pemanasan global dan kekurangan makanan di dunia.</p>
<p>Adapun Pembicara yang akan mengisi 39th IVU World Vegetarian Congress ini adalah Menteri Kesehatan RI, Menteri Lingkungan Hidup RI, Badan POM RI, Ketua International Council IVU, Sejarahwan Vegetarian Dunia, Mantan peneliti NASA, Editor Jurnal the Asian Pacific Clinical Health, dan Pimpinan Vegetarian Union of Iran dan banyak pembicara lainnya yang berasal dari Luar dan Dalam negeri. Secara total aka nada 60 pembicara dari 20 negara yang akan menyampaikan presentasinya.</p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/10/PIC_0338-ed.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-347" title="PIC_0338 ed" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/10/PIC_0338-ed.jpg" alt="" width="300" height="250" /></a>Kongres vegetarian sedunia ini diselenggarakan oleh IVS dengan dukungan yang sangat besar dari International Vegetarian Union, Asian Vegetarian Union, Kementerian Budaya dan Pariwisata RI, Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Lingkungan Hidup RI, Pemerintahan Daerah DKI Jakarta, Jakarta International Expo, Fakultas Kesehatan Masyarakat Departemen Gizi UI, kerjasama dengan Healthy Life Metrotv dan DAAITV.</p>
<p>39th IVU World Vegetarian Congress ini menjadi sebuah tantangan dan kesempatan bagi  Indonesia untuk meningkatkan kualitas kehidupan bangsa Indonesia. Mari kita sukseskan 39th IVU World Vegetarian Congress ini dengan berpartisipasi dalam seminar dan pameran yang akan diadakan di Pusat Niaga Lantai 6, PRJ Kemayoran Jakarta Indonesia pada tanggal 1-6 oktober 2010 dan Bali Art Center, Denpasar Bali Island &#8211; Indonesia pada tanggal 7-9 oktober 2010. <strong>(LiangYiin)</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/10/world_vegetarian_congress_2010-ed1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-358" title="world_vegetarian_congress_2010 ed" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/10/world_vegetarian_congress_2010-ed1.jpg" alt="" width="300" height="250" /></a></p>
<p><strong>Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:</strong></p>
<p><strong>Ketua Penyelenggara:<br />
39th IVU World Vegetarian Congress 2010<br />
Dr. Susianto</strong></p>
<p><strong>Koordinator Humas 39<sup>th</sup> IVU World Vegetarian Congress 2010</strong></p>
<p><strong>Email: public.relation@wvc2010.org</strong></p>
<p><strong>Roeddy Zeng<br />
Public Relation Coordinator : +62 8111 79804<br />
Karim Taslim : +62 812 103 95098<br />
Santhi Margartha : +62 819 314 211 60</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maitreya.or.id/2010/39th-ivu-world-vegetarian-congress-part-1/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagi kasih dengan sesama melalui kegiatan bakti sosial</title>
		<link>http://www.maitreya.or.id/2010/berbagi-kasih-dengan-sesam</link>
		<comments>http://www.maitreya.or.id/2010/berbagi-kasih-dengan-sesam#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 04:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[LATEST NEWS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maitreya.or.id/2010/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai seorang manusia awam, hal yang yang paling membahagiakan didalam hidupnya adalah pada saat ia mendapatkan sanjungan, memperoleh nama baik, reputasi, kedudukan, kekayaan, kemewahan dan masih banyak lagi yang membuat nurani tidak pernah merasa puas dengan apa yang didapatkan sekarang ini. Karena ketercekatan inilah yang membuat kita tidak pernah bisa berbahagia dan bersuka-cita. Merasa hidup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai seorang manusia awam, hal yang yang paling membahagiakan didalam hidupnya adalah pada saat ia mendapatkan sanjungan, memperoleh nama baik, reputasi, kedudukan, kekayaan, kemewahan dan masih banyak lagi yang membuat nurani tidak pernah merasa puas dengan apa yang didapatkan sekarang ini. Karena ketercekatan inilah yang membuat kita tidak pernah bisa berbahagia dan bersuka-cita.<span id="more-238"></span> Merasa hidup ini begitu singkat dan tidak berarti sehingga nurani tidak pernah merasakan kebahagiaan dan suka-cita yang sebenarnya.Sebagai cucu murid dari Buddha Maitreya hendaklah menginsafi dan memahami inti sari dari ajaran Maha Tao Maitreya, bahwa hidup yang paling bermakna dan penuh arti adalah hidup yang tidak mementingkan dirinya sendiri yaitu hidup yang dapat memberikan kebahagiaan, harapan, suka-cita kepada orang lain. Hidup yang demikian adalah hidup yang saling berbagi kasih dengan sesama. Jadi, kita hidup dan datang ke dunia ini tidak sia-sia tetapi memiliki tujuan hidup dan membawa harapan, suka cita, kebahagiaan kepada semua mahkluk yaitu mewujudkan dunia satu keluarga.</p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/05/PIC_0254.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-239" title="PIC_0254" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/05/PIC_0254.gif" alt="" width="243" height="203" /></a>Seperti yang sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya menjelang hari <strong>“Tri Suci Waisak“</strong> <em>Pusdiklat Buddhis Maitreyawira komplek Duta Mas Jakarta</em>, mengadakan kegiatan kunjungan bakti sosial ke beberapa tempat sosial seperti <em>panti sosial Bina Grahita, panti sosial Bina Laras dan panti sosial Tresna Werdha</em> yang berada di daerah Cengkareng</p>
<p>Kegiatan ini didukung oleh para pandita yaitu Pandita Jondras Kasrian, Pandita Tjie Siu Sun, Pandita Yulianti dan beberapa Pandita lainnya serta dibantu oleh para Thancu serta para umat dan aktifis dari berbagai vihara di Jakarta.</p>
<p>Tujuan dari kegiatan bakti sosial ini adalah <strong><em>“Berbagi kasih dengan sesama</em></strong><em>“</em> saling peduli, memahami serta merasakan bahwa mereka tidak hidup sendiri, walaupun hidup mereka tidak memiliki keluarga, sanak-saudara serta teman yang dapat menghibur dan memperhatikan mereka. Sebaliknya membuat kita yang hidup serba berkecukupan haruslah merasa bersyukur dengan apa yang kita dapatkan sekarang ini. Keluarga yang harmonis, memiliki sanak-saudara bahkan teman yang bisa menghibur dan memberikan semangat kepada kita.</p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/05/PIC_0245.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-241" title="PIC_0245" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/05/PIC_0245.gif" alt="" width="191" height="161" /></a>Beberapa tempat kegiatan sosial di daerah Cengkareng yang berhasil dikunjungi salah satunya adalah <em>panti sosial Bina Grahita</em> yang berlokasi di <em>jalan Peta Utara 29 A Pegadungan Jakarta Barat</em>. Panti sosial Bina Grahita adalah salah satu panti instansi pemerintah  yang membantu dan mengurusi anak-anak serta orang dewasa yang mengalami keterbelakangan mental serta keterbelakangan mental ganda (selain mengalami keterbelakangan mental, fisik mereka juga mengalami kekurangan seperti buta, tuli bahkan bisu). Panti sosial Bina Grahita berdiri pada tahun 1997 yang dipimpin oleh H. Hudiyono, S.Pd. <a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/05/PIC_02663.gif"><img class="alignright size-full wp-image-248" title="PIC_0266" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/05/PIC_02663.gif" alt="" width="195" height="164" /></a>Dana untuk membiayai operasional panti tersebut berasal dari pemerintah serta para donatur yang ikut berpartisipasi membantu pembiayaan operasional tersebut. Petugas yang menanganinya berjumlah 28 orang. Jumlah anak-anak serta orang dewasa yang mengalami keterbelakangan mental berjumlah 98 orang yang terdiri dari 20 wanita dan 76 pria. Hampir 99% mereka tidak memiliki orang tua dan berasal dari kehidupan jalanan kota Jakarta. Mereka mendapatkan pendidikan di SLB (sekolah luar biasa) dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang bekerjasama dengan RS.Atmajaya dan RSCM (rumah sakit Cipto Mangunkusumo).</p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/05/PIC_02761.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-249" title="PIC_0276" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/05/PIC_02761.gif" alt="" width="180" height="149" /></a>Kemudian berlanjut kunjungan ke <em>panti sosial Bina Laras yang berlokasi di jalan Kemuning No.17 Cengkareng Jakarta Barat.</em> Panti sosial Bina Laras ini adalah salah satu panti instansi pemerintah yang membantu dan mengurusi mereka yang mengalami gangguan kejiwaan. Panti sosial Bina Laras ini berdiri pada tahun 1972 dengan jumlah petugas sebanyak 48 orang. <a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/05/PIC_03061.gif"><img class="alignright size-full wp-image-250" title="PIC_0306" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/05/PIC_03061.gif" alt="" width="184" height="154" /></a>Kebanyakan mereka yang mengalami gangguan kejiwaan berasal dari keluarga yang ekonominya benar-benar tidak mampu dan berasal dari kehidupan jalanan kota Jakarta. Dana untuk membiayai operasional panti tersebut berasal dari pemerintah serta para donatur yang ikut berpartisipasi membantu pembiayaan operasional tersebut. Mereka juga mendapatkan pendidikan moral, keagamaan serta pendidikan keterampilan berupa hasil kerajinan tangan dan mendapatkan pelayanan kesehatan dari instansi pemerintah yang telah di tunjuk.<a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/05/PIC_03081.gif"></a></p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/05/PIC_0317.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-257" title="PIC_0317" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/05/PIC_0317.gif" alt="" width="184" height="154" /></a>Beralih kunjungan ke <em>panti sosial Tresna Werdha yang berlokasi di jalan Cendrawasih V No.8 Kel.Cengkareng Barat Jakarta Barat.</em> Panti sosial Tresna Werdha ini berdiri pada tahun 1988 yang dipimpin oleh bapak Ahmad Dumyani, SE, MM dengan jumlah pengurus sebanyak 29 orang. <a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/05/23052010044.gif"><img class="alignright size-full wp-image-258" title="23052010044" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/05/23052010044.gif" alt="" width="175" height="145" /></a>Panti sosial Tresna Werdha ini adalah salah satu panti instansi pemerintah juga yang membantu dan mengurusi serta menjaga para lansia (orang yang lanjut usia) yang kebanyakan berasal dari orang yang benar tidak mampu dan orang yang berasal dari kehidupan jalanan kota Jakarta yang berjumlah 187 orang yang terdiri dari 70 pria dan 119 wanita. Dana untuk membiayai operasional panti tersebut berasal dari pemerintah serta para donatur yang ikut berpartisipasi membantu pembiayaan operasional tersebut. Mereka juga mendapatkan pendidikan moral, keagamaan serta pendidikan keterampilan berupa hasil kerajinan tangan dan mendapatkan pelayanan kesehatan dari instansi pemerintah yang telah di tunjuk.</p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/05/PIC_0274.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-259" title="PIC_0274" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/05/PIC_0274.gif" alt="" width="183" height="132" /></a>Semoga dengan diadakannya kegiatan bakti sosial ini membuat kita lebih menyadari pentingnya memahami hidup untuk saling berbagi dengan sesama, berbagi tawa, berbagi suka-cita serta berbagi kebahagiaan kepada semua orang tanpa memandang status sosial yang mereka miliki. Dengan begitu hidup kita akan lebih bernilai dan bermakna. Hidup yang tidak mementingkan diri sendiri tetapi hidup yang peduli dengan orang lain. Jadikanlah kegiatan sosial ini sebagai intropeksi dan menilik ke dalam diri untuk selalu bersyukur atas Rahmat Kasih LaoMu, Kasih Buddha Maitreya, Kasih dari Bapak dan Ibu Guru Suci serta kasih dari para Buddha atas segala rahmat, berkah dan anugerah yang kita miliki sekarang ini.</p>
<p>Written by. LiangYiin</p>
<p>Reporter by. Belky</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maitreya.or.id/2010/berbagi-kasih-dengan-sesam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Festival Anak Maitreya &#8211; Jakarta</title>
		<link>http://www.maitreya.or.id/2010/festival-anak-maitreya-jakarta-2</link>
		<comments>http://www.maitreya.or.id/2010/festival-anak-maitreya-jakarta-2#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 03:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[LATEST NEWS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maitreya.or.id/2010/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Setelah melalui proses persiapan selama tiga bulan akhirnya tibalah hari yang ditunggu-tunggu itu. Minggu, 21 Juni 2009, Pusdiklat Buddhis Maitreyawira terlihat berbeda. Hari itu gedung tampil cantik dengan dekorasi warna-warni ceria dan taburan balon-balon. Yeeaaah&#8230;. ada apa gerangan? Ternyata gedung didandani untuk menyambut kedatangan 834 anak dari Jakarta, Bandung, Cirebon, Bogor, Tangerang, dalam acara Hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah melalui proses persiapan selama tiga bulan akhirnya tibalah hari yang ditunggu-tunggu itu. Minggu, 21 Juni 2009, Pusdiklat Buddhis Maitreyawira terlihat berbeda. Hari itu gedung tampil cantik dengan dekorasi warna-warni ceria dan taburan balon-balon. Yeeaaah&#8230;. ada apa gerangan? Ternyata gedung didandani untuk menyambut kedatangan 834 anak dari Jakarta, Bandung, Cirebon, Bogor, Tangerang, dalam acara Hari Anak Maitreya.<span id="more-99"></span>Acara yang direncanakan berlangsung sejak pukul 09.00 pagi ini sudah mulai dihadiri anak-anak sejak satu jam sebelumnya. Wajah-wajah imut terlihat ceria ketika menyadari bahwa kedatangan mereka disambut dengan ramah oleh kakak-kakak tim Karang Laut yang hari itu rela berpanas-panas memakai kostum Raja dan Permaisuri Tiongkok, Raja dan Permaisuri Eropa, Peri, Pangeran serta Kupu-kupu dan Pohon, di pintu masuk lantai satu. Untuk menghidupkan suasana kepada setiap anak yang hadir, panitia segera membagikan bendera berwarna-warni. Dengan langkah penuh semangat, mereka segera menuju lantai tiga tempat berlangsungnya acara.Untuk keamanan dan kenyamanan, selama berlangsungnya acara, anak-anak semua lesehan duduk di lantai.</p>
<p><strong>Disiarkan langsung via internet</strong></p>
<p>Suasana lantai tiga pun berubah menjadi heboh. Kibaran bendera kecil berwarna-warni disertai sorak-sorai gembira dari mulut-mulut mungil kerap terdengar menggema, apalagi MC kak Shenfu dan kak Suyanti tampil penuh semangat dan komunikatif. Ruangan pun terasa sesak karena selain anak-anak, para orang tua dan kakak-kakak panitia juga tak mau ketinggalan ikut bergembira. Lebih dari 1.700 orang berkumpul bersama merayakan acara yang mengusung tema ”Buddha Maitreya Mengasihiku” ini. Acara ini juga disiarkan langsung lewat internet sehingga seluruh Indonesia bahkan luar negeri dapat menontonnya dengan mengakses di http://www.maitreyavoice.com/in.</p>
<p><strong>Ramah Lingkungan</strong></p>
<p>Dalam perayaan yang konon merupakan acara anak pertama yang pernah diselenggarakan oleh Wadah Ketuhanan, panitia menyediakan menu vegan baik makanan utama maupun snack-nya. Makanan kesukaan anak-anak, ice cream pun dipesan khusus agar tidak memakai susu hewani tapi diganti dengan susu kedelai. Anak-anak juga diajak berpartisipasi untuk ikut menekan kerusakan lingkungan, yang salah satu penyebabnya adalah sampah-sampah plastik. Panitia mewajibkan anak-anak untuk membawa botol minum sendiri karena panitia tidak membagikan air minum kemasan sehingga dapat mengurangi sampah botol. Sedangkan menu makanan dikemas dengan kotak kertas yang ramah lingkungan. Tidak ada streofoam pada hari itu.</p>
<p><strong>Penuh dengan Pesan moral</strong></p>
<p>Berbagai acara kesenian yang sarat dengan pesan moral pun di gelar, seperti Milezhiwu, Tembang Ketuhanan, Drama Nurani, Puisi, Happy Games dan lain-lain yang dipersembahkan oleh anak-anak Korda Tiga. Penampilan anak-anak kerap mengundang tawa, karena kepolosan wajah mereka dan gerakan yang kadang-kadang tidak kompak, khas anak-anak. Kompak tidak kompak urusan belakang, yang penting tampil PD dengan gaya yang penuh semangat. Untuk lebih meramaikan suasana, anak-anak juga diajak Gong Le bersama, suasana pun menjadi ramai, goyang kiri&#8230;goyang kanan&#8230;.tepuk tangan&#8230;lah..lah&#8230;lah.</p>
<p>Ada pula pertunjukan angklung dari anak-anak Sekolah Minggu Maitreya (SMM) Bandung yang mengundang tepuk tangan riuh karena peserta kecil-kecil juga ikut pentas dengan mimik polos dan senyum manisnya. Para juara Maitreya Idol Cilik juga ikut menyumbangkan suara emasnya. Ada Terence , sang juara 1 Maitreya Idol kategori A dan Stefanny Djunawan, juara 1 kategori B . Tidak ketinggalan, wakil Guru SMM, Kristian juga tampil menghibur duet dengan anak didiknya Rianto.</p>
<p>Selain pertunjukan seni, anak-anak juga disuguhkan Happy Game yang dipersembahkan kakak-kakak dari Vihara Ajitta dan Tanjung Duren. Kakak-kakak mengajak anak-anak berperan aktif dengan melempar beberapa quiz. Setiap anak yang berhasil menjawab maka akan mendapat hadiah alat tulis. Waahhhh suasana pun menjadi heboh! Anak-anak berebutan mengacungkan jari sambil berteriak-teriak, ”Saya&#8230;saya&#8230;”, agar diberi kesempatan menjawab. Situasi menjadi ”panas” karena anak-anak mulai mengejar kakak-kakak, dan semakin lama semakin banyak yang mengejar sampai kakak-kakak kewalahan, keringat pun mulai mengalir deras. Permainan sempat dihentikan sesaat untuk menertibkan anak-anak karena khawatir mereka jatuh dan terluka. Sungguh heboh sekali! Ahh…anak-anak&#8230;. tetaplah anak-anak, selalu ceria.<br />
Puncak acara hari itu adalah Drama Anak yang skenarionya ditulis khusus oleh kakak-kakak redaksi Boma (majalah anak-anak Maitreya). Drama menggambarkan kehidupan sehari-hari Anak-anak Maitreya, di mana pesan moral yang disampaikan adalah bahwa Buddha Maitreya selalu melindungi dan menolong anak-anak yang berbakti pada orang tua, yang selalu rajin ke Vihara, yang rajin berdoa. Anak-anak tak perlu takut jika menghadapi ulangan, atau papa mama sedang tidak ada di sisi mereka karena Buddha Maitreya selalu menjaga mereka. Yang penting anak-anak selalu berdoa kepada Buddha Maitreya. Sesi Drama yang dimainkan sekitar 30 anak-anak gabungan vihara-vihara Korda 3 ini berlangsung semarak dengan tampilan kostum hewan, tumbuhan, pakaian adat dan mancanegara.</p>
<p><strong>Bertujuan Meningkatkan Iman Anak-anak</strong></p>
<p>Adapun tujuan diselenggarakan acara ini adalah untuk meningkatkan iman anak-anak terhadap Buddha Maitreya , yang dipersembahkan melalui acara yang sesuai dengan dunia anak-anak yang gembira. Selain itu juga untuk memberi memori yang indah kepada anak-anak bahwa Vihara memperhatikan mereka, Para Pandita, Para Pandita Madya/Muda, umat-umat dewasa, semua mengasihi mereka. Acara ini mendapat dukungan penuh dari para Pandita dan umat-umat dewasa, semua gotong royong dalam menyumbangkan dana, tenaga dan pikirannya untuk anak-anak kita tercinta, anak-anak penerus Wadah Ketuhanan kita. Para pimpinan, Bapak Pandita Citra Surya (waketum DPP Mapanbumi), Bpk. Pdt. Hussar Djamin (Korda 3 Mapanbumi), Bpk. Pdt. Halim Zen Bodhi (Wakil Korda 3 Mapanbumi) memberi dukungan penuh , mereka pun meluangkan waktu memberi sambutan dengan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak, begitu pula para Pandita di lingkungan Korda 3, menyempatkan hadir ikut bergembira dan memberi semangat.<br />
Sekitar pukul 13.00 acara yang melibatkan panitia sekitar 400 orang dari guru-guru Sekolah Minggu Maitreya dan umat-umat dewasa ini pun selesai (benaran loh jumlah 400 orang, karena sebagai ketua panitia saya diberi laporan oleh para kordinator jumlah panitia di tiap bagian). Semua anak-anak yang hadir mendapat oleh-oleh souvenir yang dirancang khusus redaksi Boma. Souvenir berupa permainan (semacam monopoli) yang dirancang untuk meningkatkan iman anak-anak yang disesuaikan dengan tema acara. Para redaksi Boma tidak saja menuliskan skenario dan merancang souvenir tapi juga secara khusus menciptakan satu lagu anak-anak yang diselipkan di dalam drama yaitu :</p>
<p><em>Jangan Bersedih Kawan<br />
Jangan bersedih hati kawan, Buddha Maitreya di sampingmu<br />
Jangan bersusah hati kawan, Buddha Maitreya bersamamu<br />
Buddha Maitreya, Buddha Maitreya &#8230;. Penyelamat Triloka<br />
Buddha Maitreya, Buddha Maitreya &#8230;. Penyelamat kita semua</em></p>
<p><em>Hati sungguh bahagia, penuh tawa ceria<br />
Buddha Maitreya selalu membawa sukacita<br />
Mari kawan berdoa pada Buddha Maitreya<br />
Buddha Maitreya selalu mengasihi kita semua</em></p>
<p>Akhirnya, terima kasih tak terhingga kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya acara ini, yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, karena banyaknya pihak yang berpartisipasi baik dalam bentuk pikiran, dana, tenaga dan sebagainya. Biarlah LAOMU dan para Buddha Bodhisatva yang akan mencatat dengan tinta emas semua pengorbanan Anda. Sampai berjumpa tahun depan.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>Liputan oleh : Liliyana Waty (Lilimetta)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maitreya.or.id/2010/festival-anak-maitreya-jakarta-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Boma &#8211; Majalah Anak-anak Maitreya Indonesia Yang Pertama</title>
		<link>http://www.maitreya.or.id/2010/boma-majalah-anak-anak-maitreya-indonesia-yang-pertama-2</link>
		<comments>http://www.maitreya.or.id/2010/boma-majalah-anak-anak-maitreya-indonesia-yang-pertama-2#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 03:04:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[LATEST NEWS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maitreya.or.id/2010/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Terbitnya Boma yang merupakan singkatan dari Bocah Maitreya, sungguh merupakan berkah yang patut kita syukuri. Boma adalah majalah khusus untuk anak-anak Maitreya yang dikemas dengan bahasa sederhana. Seperti majalah anak-anak umumnya, cover dan isi Boma dirancang penuh warna sesuai dunia anak-anak, sehingga sangat menarik. Isi majalah Boma antara lain ada Dharma anak, cerita bergambar, juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terbitnya Boma yang merupakan singkatan dari Bocah Maitreya, sungguh merupakan berkah yang patut kita syukuri. Boma adalah majalah khusus untuk anak-anak Maitreya yang dikemas dengan bahasa sederhana. Seperti majalah anak-anak umumnya, cover dan isi Boma dirancang penuh warna sesuai dunia anak-anak, sehingga sangat menarik. Isi majalah Boma antara lain ada Dharma anak, cerita bergambar, juga informasi seputar kegiatan anak-anak Maha Tao Maitreya yang dikemas dengan bahasa anak-anak.<span id="more-97"></span> Seperti majalah anak-anak pada umumnya, di dalam majalah Boma juga ada tokoh panutan yang diberi nama Boma (juga). Boma adalah sosok anak kecil yang mempunyai hati kasih, wajah kasih, prilaku kasih seperti Buddha Maitreya.</p>
<p><strong>Latar Belakang</strong></p>
<p>Semakin berkembangnya teknologi, ternyata tidak selalu membawa perbaikan terutama terhadap anak-anak bahkan memberi tuntutan tersendiri terhadap anak. Anak harus bersaing sejak kecil demi memperoleh peringkat yang bagus. Pada kenyataannya banyak anak-anak tumbuh dengan nilai moral, etika, dan kesopanan yang semakin menurun, bahkan mereka merasa tertekan dan stress. Waktu banyak dihabiskan oleh anak-anak untuk belajar, les bimbel (bimbingan belajar), kursus, dan lainnya. Ditambah lagi, kesibukan orang tua yang menyebabkan kurangnya perhatian dan pendidikan di luar bangku sekolah kepada anak. Melihat keadaan demikian, apakah iman Maitreya dapat tumbuh dengan baik dan benar? Padahal anak-anak inilah yang kelak akan menjadi pilar-pilar dalam Wadah Ketuhanan, melanjutkan Misi Penyelamatan, jika imannya tidak tumbuh dengan benar apakah akan mungkin mereka bisa membawa dunia ini menuju perbaikan? Pemikiran ini yang kemudian sedikit mengusik hati beberapa aktivis Yogyakarta. Dari sanalah muncul ide untuk merintis sebuah majalah untuk anak-anak Maitreya Indonesia. Namun pada saat itu situasi belum memungkinkan karena dana yang sangat terbatas, begitu pula tim kerja belum ada. Untuk membuat sebuah majalah tentu diperlukan tim khusus, tim artistik dan bagian-bagian lainnya.</p>
<p>Keinginan kemudian hanya menjadi impian bisu namun tidak pernah pudar. Suatu kali ide itu muncul lagi karena melihat Wadah Ketuhanan yang semakin berkembang, anak-anakpun semakin banyak, sedangkan media mendidik tidak ada padahal anak-anak ini adalah tulang punggung kita, masa depan kita. Di sisi lain banyak anak-anak Maitreya yang bersekolah di sekolah swasta yang tentu saja berbeda keyakinannya, kalau anak-anak tidak dibimbing sejak kecil maka ketika sudah dewasa akan mudah goyah hatinya, apalagi sekolah kebanyakan tidak mendukung iman kita. Alasan-alasan inilah yang membuat aktivis Yogya tadi terpanggil untuk membimbing iman anak-anak ini sejak kecil agar sedini mungkin beriman kepada LAOMU, beriman kepada Budddha Maitreya. Waktu sudah tak bisa diulur lagi. Saat ini masanya sudah tiba untuk memperjuangkan masa depan Maitreya Cilik Indonesia.</p>
<p><strong>BOMA</strong></p>
<p>Dengan restu Pandita, maka dibentuklah sebuah redaksi kecil yang bernama KATAHATI. Awalnya hanya duduk tiga orang muda-i yang mengerjakan seluruh kegiatan di dalamnya. Walau sedikit sibuk karena hanya bertiga, namun Kekuatan LAOMU senantiasa menyertai mereka. Tiada keluhan, yang ada hanyalah kebahagiaan dan rasa syukur atas kesempatan yang Buddha Maitreya berikan ini. Kini Majalah Boma dikerjakan hingga 20 pemuda, karena semua ingin berpartisipasi dalam berkah ini.</p>
<p>Tim redaksi segera beraksi, semua majalah anak-anak Indonesia dibeli, dipelajari. Akhirnya hanya dalam satu minggu lahir sebuah konsep. Konsep ini kemudian diajukan ke petinggi di Wadah Ketuhanan. Namun lagi-lagi belum sempurna. Hampir tiga bulan pertama mereka merasa stress juga. Hanya kousou-lah yang bisa dilakukan agar sungguh-sungguh mengilhami apa yang Buddha Maitreya kehendaki. Seluruh majalah anak dibaca dan dibedah habis-habisan. Semua jenis gambar dipelajari. Wajah Boma sendiri sudah lebih dari 10 kali mengalami perombakan di sana dan di sini. Akhirnya setelah beberapa kali disempurnakan, tiga bulan kemudian lahirlah majalah Boma edisi pertama pada November 2008. Jadi bisa dikatakan perlu setengah tahun untuk merancang BOMA edisi satu. Sungguh kenangan yang indah dan tak terlupakan. Xie Xie LAOMU Ci Bei, Xie Xie Mi Le Fo Ci Bei.</p>
<p>Boma direncanakan terbit dua bulan sekali. Sampai kini telah beredar dua edisi, edisi tiga sedang dalam persiapan. Edisi pertama dicetak sebanyak 2.000 eksemplar dan edisi dua naik menjadi 2.500 eksamplar. Majalah Boma bisa didapat melalui vihara-vihara dengan sumbangan dana suka rela, dalam arti tidak dijual. Sungguh pengorbanan tim majalah Boma patut kita hargai, edisi pertama terbit dengan modal nekad, hanya mengandalkan sumbangan dari donatur dan uang kas hasil penjualan barang-barang bekas. Boma yang mempunyai misi Membangun Masa Depan Duta Cilik Maitreya ini perlu kita dukung, mari menjadi donatur, salurkan dana Anda melalui :</p>
<p>BCA cab. Taman Duta Mas Jakarta Barat</p>
<p>No. Rek. 2771543385 atas nama Jong Cian Caw / Leo Narwin</p>
<p>Hp konfirmasi 087882329800.</p>
<p>Sedangkan alamat redaksi Boma adalah <strong>Pusdiklat Sukhavati Maitreya, Jl. Babarsari Gg. Purisari No. 11B Depok, Sleman – D.I Yogyakarta 55281, telp. 0274-489605</strong> dengan <strong>email : redaksi_boma@yahoo.com.</strong></p>
<p>Mari kita dukung mereka. Mari bergandeng tangan bersama, berjuang untuk masa depan Maitreya Cilik Indonesia.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>Liputan : Liliyana W. Tandarto dan tim redaksi Boma</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maitreya.or.id/2010/boma-majalah-anak-anak-maitreya-indonesia-yang-pertama-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Talk Show di Vegetarian Family Gathering</title>
		<link>http://www.maitreya.or.id/2010/talk-show-di-vegetarian-family-gathering</link>
		<comments>http://www.maitreya.or.id/2010/talk-show-di-vegetarian-family-gathering#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 02:20:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[LATEST NEWS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maitreya.or.id/2010/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Vegetarian Family Gathering dengan acara Talk Show dan Makan Malam yang diselenggarakan oleh IVS pada hari Sabtu, 21 Februari berlangsung dengan penuh kekeluargaan. Lebih dari 200 orang, sebagian besar umat Maitreya memenuhi Padmanadi Restoran Vegetarian, tempat berlangsungnya acara yang menghadirkan dua ahli gizi ini.Tempe, makanan bergizi tinggi
Pembicara pertama, DR. Mien Karmini, perintis dan peneliti senior [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-82" title="85_26feb09-1" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/01/85_26feb09-1-300x225.jpg" alt="" width="126" height="95" />Vegetarian Family Gathering dengan acara Talk Show dan Makan Malam yang diselenggarakan oleh IVS pada hari Sabtu, 21 Februari berlangsung dengan penuh kekeluargaan. Lebih dari 200 orang, sebagian besar umat Maitreya memenuhi Padmanadi Restoran Vegetarian, tempat berlangsungnya acara yang menghadirkan dua ahli gizi ini.<span id="more-78"></span><strong>Tempe, makanan bergizi tinggi</strong></p>
<p>Pembicara pertama, <strong>DR. Mien Karmini</strong>, perintis dan peneliti senior puslitbang gizi Bogor, yang mengambil disertasi S3 Doktor nya mengenai penelitian tentang tempe membahas ”Manfaat tempe dan produk kedelai lainnya bagi gizi dan kesehatan keluarga.”</p>
<p><a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/01/85_26feb09-2.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-83 alignleft" title="85_26feb09-2" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/01/85_26feb09-2-150x150.jpg" alt="" width="105" height="105" /></a>Tempe, yang selama ini sering diidentikkan sebagai makanan rakyat kecil ternyata menurut DR. Mien Karmini adalah sumber protein bermutu tinggi (protein susu) dan sumber asam amino essensial yang baik untuk pertumbuhan. Tempe juga memiliki sangat banyak keunggulan dari hanya sekedar makanan berprotein. Proteinnya sangat mudah tercerna karena sudah mengalami proses fermentasi sebelumnya. Proses fermentasi menghasilkan Linolenic Acid dan omega yang merupakan nutrisi untuk otak.</p>
<p><!--more-->Tempe juga mempunyai anti-bacteri dan anti-oksidan dan anti-haemoliti sehingga memberi daya tahan tubuh dari pengaruh lingkungan. Kandungan isoflavon yang bersifat antioksidan pada tempe terbukti sangat bagus untuk mencegah penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan. <a href="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/01/85_26feb09-3.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-85" title="85_26feb09-3" src="http://www.maitreya.or.id/2010/wp-content/uploads/2010/01/85_26feb09-3-150x150.jpg" alt="" width="105" height="105" /></a>Karena itu tempe baik dikonsumsi oleh segala usia termasuk yang sudah lanjut usia (lansia). Tempe juga terbukti dapat mencegah kurang darah. Dan untuk wanita dewasa dapat mencegah osteophorosis. Jadi dengan tempe seorang vegetarian bahkan vegan pun tidak akan pernah kekurangan gizi. Tempe juga dapat mengendalikan emosi.</p>
<p><strong>Balita Vegetarian Sehat</strong></p>
<p>“Status gizi balita vegetarian dan non vegetarian” adalah tema yang dikupas oleh pembicara kedua <strong>Drs. Susianto, MKM</strong>. Beliau adalah ahli gizi yang saat ini sedang menempuh gelar S3 nya di FKM (Fakultas Kesehatan Masyarakat) – UI dan sangat berpengalaman sebagai pembicara seminar baik di dalam maupun luar negeri (Singapore, Malaysia, Taiwan, India, Australia dan Jerman). Beliau juga adalah satu dari 16 orang yang sangat berpengaruh dalam organisasi vegetarian di dunia dengan jabatannya sebagai Sekjen Asian Vegetarian Union (AVU) dan Koordinator International Vegetarian Union (IVU) Asia Pasific sedangkan di Indonesia beliau menjabat sebagai Ketua Operasional Indonesia Vegetarian Society (IVS).</p>
<p>Drs. Susianto, MKM menekankan, kekhawatiran bahwa anak vegetarian akan kurang gizi sangat tidak beralasan, ini sudah dibuktikan melalui hasil penelitian tesis yang beliau lakukan di program pascasarjana gizi kesmas fakultas kesehatan masyarakat Universitas Indonesia dengan judul: ”Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi (IMT/U) pada balita vegetarian lakto ovo dan non vegetarian di DKI Jakarta Tahun 2008”. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada balita vegetarian yang menderita gizi kurang apalagi gizi buruk. Terhadap anak vegetarian yang dijadikan obyek penelitiaan ini, Drs. Susianto MKM menentukan syarat yang ketat, karena beliau hanya mengambil anak yang sudah menjadi vegetarian sejak dalam kandungan ibunya. Seorang anak walaupun sudah vegetarian sejak lahir, tapi jika ketika di dalam kandungan, ibunya tidak vegetarian, maka beliau tidak memasukkan anak tersebut sebagai anak vegetarian yang akan diteliti, karena sudah terpapar.</p>
<p>Sebagai pembaca acara dan moderator hari itu adalah adalah Nelly dan Hindra Gunawan, S.Pd, Founder dan Presdir SINOTIF &amp; ELCEN, Public Speaker, Pakar Hypnoparenting, sekaligus penulis buku best seller Rahasia Mendapat Nilai 100.</p>
<p><strong>Kesehatan dan kecerdasan Anak</strong></p>
<p>Menurut kedua ahli gizi ini, agar memperoleh kesehatan dan kecerdasan yang maksimal, pola asuh sejak dini memegang peranan yang sangat penting.<br />
” Kecerdasan sangat tergantung dari pembentukan dan perkembangan sel otak. Pada usia (-3 blan) sampai 2 tahun sel otak tumbuh dan berkembang membentuk banyak sinaps, untuk itu diperlukan zat gizi lengkap berkualitas tinggi. Hal yang sangat penting untuk dilakukan adalah memberikan ASI pada bayi selama mungkin, sampai usia 2 tahun. Berikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan tempe mulai usia 6 bulan. Makanlah tempe setiap hari bersama makanan lain (nasi atau sereal lain, sayur dan buah),” kata Dr. Mien Karmini.</p>
<p>Senada dengan beliau, Drs Susianto MKM, juga menekankan akan pentingnya ASI. Beliau geram jika mendapati seorang ibu yang tidak mau memberikan ASI kepada anaknya. Tepuk tangan pun bergemuruh ketika beliau mengatakan , ” Saya berdoa, semoga suatu hari ada Undang Undang yang dapat menjerat ibu-ibu yang tidak mau memberikan ASI kepada anaknya. Ibu-ibu yang tidak mau memberikan ASI kepada anaknya adalah ibu-ibu yang telah merampas hak anak.” Wah&#8230;bakalan banyak yang dipenjara nih. Beliau juga mengatakan bahwa pemberian ASI kepada anak juga dipengaruhi pola pikir seorang Bapak. Ada bapak atau ibu yang tidak mau anaknya diberi ASI karena takut bentuk payudara ibu rusak. Terhadap hal ini beliau menegaskan bahwa payudara sudah berubah bentuknya ketika seorang ibu hamil. ”Jadi, jika tidak mau payudara berubah, jangan hamil!” Ruangan pun kembali riuh dengan tepuk tangan dan gelak tawa.<br />
Selain ASI, kasih sayang dan rangsangan-rangsangan terhadap seorang anak juga mempengaruhi kesehatan dan kecerdasan seorang anak. Begitu pula keadaan ekonomi sebuah keluarga juga mempengaruhi gizi seorang anak. Bagaimanapun seseorang mempunyai pengetahuan akan pentingnya makanan bergizi jika keuangan tak mendukung, maka makanan bergizi tidak akan pernah terbeli.</p>
<p><strong>Peserta Antusias Bertanya</strong></p>
<p>Sesi tanya jawab mendapat respon yang antusias dari para peserta talk show, berbagai pertanyaan pun diajukan, sehingga panitia harus menambah waktunya. Sedianya tanya jawab hanya berlangsung sebelum makan malam, karena antusias peserta yang mengajukan pertanyaan, akhirnya sesi tanya jawab dilanjutkan setelah makan malam. Selama makan malam berlangsung, Shinta dan kawan-kawan menghibur hadirin dengan suara emasnya.</p>
<p>Terhadap pertanyaan manakah yang lebih baik antara tahu, tempe, dan sari (susu) kacang kedelai, Dr. Mien menjelaskan bahwa tempe dibuat dari seluruh kacang kedelai, sedangkan tahu dan sari kedelai hanya diambil patinya saja, jadi kadar lemaknya pasti rendah. Tahu sebenarnya protein yang larut dalam air, protein yang larut dalam air rendah manfaatnya, oleh sebab itu tentu tempe lebih besar manfaatnya. Sedangkan mengenai pertanyaan cara mengkonsumsi tempe yang terbaik, Dr Mien menyarankan untuk dikukus, ditim, atau direbus, karena jika digoreng, maka kandungan gizinya hanya tersisa 20%.</p>
<p>Kekhawatiran bahwa anak-anak vegetaran akan kekurangan gizi, dibantah oleh kedua ahli gizi ini. Dr. Mien mengatakan bahwa semua gizi yang diperlukan anak vegetarian ada di dalam tempe. Walaupun bukan seorang vegetarian, beliau membenarkan apa yang dikatakan Drs. Susianto, MKM bahwa seorang vegan (vegetarian yang sudah tidak mengkonsumsi susu dan telur) pun tidak akan kekurangan gizi, karena sebuah kebutuhan gizinya dapat dipenuhi oleh tempe.</p>
<p>Beliau kemudian memberi contoh tentang masa-masa kehamilannya. Sebagai seorang ahli gizi, beliau sangat memperhatian asupan makanan yang dikonsumsi ketika mengandung anak pertama dan kedua. Suami beliau berasal dari daerah yang masih mewarisi tradisi akan pentingnya anak lelaki. Jadi walaupun sudah mempunyai dua anak perempuan, beliau masih ingin memiliki anak lelaki. Beliau pun konsultasi pada seorang dokter kandungan yang lalu menyarankan untuk mengganti protein hewani dengan protein nabati. Hal ini beliau praktekkan, selama kehamilan anak ketiga, beliau mengganti protein hewani dengan protein nabati. Hasilnya, anak ketiga pun lahir berjenis kelamin lelaki dengan berat dan tinggi yang melebihi kedua anak sebelumnya. Dan kini putra nya tumbuh sehat dan tinggi bahkan melebihi tinggi badan ayahnya. Jadi&#8230;.Sudah terbukti&#8230;.kan???Hidup Tempe!!!Hidup vegetarian!!!</p>
<p style="text-align: right;"><strong>Liputan : Liliyana Waty Tandarto<br />
Foto : Chandra dan Liliyana</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maitreya.or.id/2010/talk-show-di-vegetarian-family-gathering/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

