ALAM SEMESTA

August 5th, 2010
Budaya, Peradaban dan Moralitas Baru Part-1

Budaya, peradaban, dan moralitas baru umat manusia dipelopori oleh siswa-siswi Maitreya. Abad-21 yang adalah abad Maitreya, sekaligus juga merupakan abad kebangkitan kecemerlangan hati nurani umat manusia. Jika abad Maitreya sudah benar-benar terwujud, maka seluruh negara akan maju, tidak hanya negara Barat saja! Kita menganggap segala satwa sebagai saudara, karena itu kita bervegetarian. Di negara Barat juga terdapat sejumlah orang yang menjunjung kemuliaan kehidupan.

Di Eropa, populasi vegetarian yang terbanyak terdapat di Jerman, di mana beberapa juta orang yang telah bervegetarian. Motif mereka bervegetarian adalah menjunjung kemuliaan kehidupan. Populasi vegetarian terbesar kedua adalah di Inggris. Juga beberapa juta jiwa. Menurut perkiraan pakar, pada tahun 2043, seluruh populasi di Inggris akan bervegetarian. Penyebabnya bukanlah faktor agama, melainkan karena menjunjung dan menghargai kemuliaan kehidupan. Sekalipun mereka belum mendapatkan Dhiksa Maitreya ยค, tetapi mereka begitu menghargai kehidupan sehingga pantang mengonsumsi daging dan ikan. Ini adalah bagian dari kebangkitan kesadaran nurani dan kebijaksanaan umat manusia.

Hewan juga mempunyai hak asasinya. Kita tidak boleh merampas hak hidup mereka. Jangan lagi kita mengorbankan hidup mereka, semata demi mengenyangkan perut kita. Karena pada dasarnya kita tidak berhak! Mari kita bertanya ke dalam nurani, atas dasar apa kita sebagai manusia boleh memakan mereka? Sebaliknya bagaimana tanggapan kita jika hewan menjadikan manusia sebagai makanan mereka?

Sekuntum bunga, sehelai rumput, dan sebatang pohon adalah bagian dari anggota keluarga alam semesta. Menghargai kehidupan tidak hanya menganggap segala satwa sebagai saudara, bahkan bunga, rumput, dan pepohonan juga merupakan anggota keluarga kita di rumah alam semesta ini. Kita melihat langit dan bumi sebagai ayah dan bunda. Enam miliar manusia di seluruh dunia adalah saudara. Segala satwa juga saudara, dan segala tumbuhan adalah anggota keluarga kita. Kita menjunjung kemuliaan setiap kehidupan. Gambaran ini telah melukiskan bagaimana kondisi dunia satu keluarga yang sebenarnya. Inilah jiwa Buddha Maitreya, inilah suara hati dan seruan Tuhan – Sang Bunda Ilahi.

Apa yang dimaksud dengan dunia satu keluarga juga tertuang dalam tembang Pujian Kedamaian Dunia sebagai berikut:

Kamu dan aku satu keluarga, bumi satu keluarga

Semua manusia satu keluarga, dunia satu keluarga

Kewarganegaraan berbeda-beda, namun tetap satu keluarga

Beragam agama dan keyakinan, juga adalah satu keluarga

Beraneka ragam suku bangsa, tetap satu keluarga

Berbeda warna kulit dan ras, tetapi juga satu keluarga

Beraneka ragam kebangsaan, semua satu keluarga

Berbeda budaya namun tetap satu keluarga

Berbeda adat istiadat juga satu keluarga

Berbeda kebiasaan, juga satu keluarga

Berbeda bahasa, juga satu keluarga

Berbeda aksara, juga satu keluarga

Seluruh umat manusia satu keluarga

Semua makhluk hidup satu keluarga


Disadur oleh: LiangYiin

SHARE

SocialTwist Tell-a-Friend