January 19th, 2010
Boma – Majalah Anak-anak Maitreya Indonesia Yang Pertama
Terbitnya Boma yang merupakan singkatan dari Bocah Maitreya, sungguh merupakan berkah yang patut kita syukuri. Boma adalah majalah khusus untuk anak-anak Maitreya yang dikemas dengan bahasa sederhana. Seperti majalah anak-anak umumnya, cover dan isi Boma dirancang penuh warna sesuai dunia anak-anak, sehingga sangat menarik. Isi majalah Boma antara lain ada Dharma anak, cerita bergambar, juga informasi seputar kegiatan anak-anak Maha Tao Maitreya yang dikemas dengan bahasa anak-anak. Seperti majalah anak-anak pada umumnya, di dalam majalah Boma juga ada tokoh panutan yang diberi nama Boma (juga). Boma adalah sosok anak kecil yang mempunyai hati kasih, wajah kasih, prilaku kasih seperti Buddha Maitreya.
Latar Belakang
Semakin berkembangnya teknologi, ternyata tidak selalu membawa perbaikan terutama terhadap anak-anak bahkan memberi tuntutan tersendiri terhadap anak. Anak harus bersaing sejak kecil demi memperoleh peringkat yang bagus. Pada kenyataannya banyak anak-anak tumbuh dengan nilai moral, etika, dan kesopanan yang semakin menurun, bahkan mereka merasa tertekan dan stress. Waktu banyak dihabiskan oleh anak-anak untuk belajar, les bimbel (bimbingan belajar), kursus, dan lainnya. Ditambah lagi, kesibukan orang tua yang menyebabkan kurangnya perhatian dan pendidikan di luar bangku sekolah kepada anak. Melihat keadaan demikian, apakah iman Maitreya dapat tumbuh dengan baik dan benar? Padahal anak-anak inilah yang kelak akan menjadi pilar-pilar dalam Wadah Ketuhanan, melanjutkan Misi Penyelamatan, jika imannya tidak tumbuh dengan benar apakah akan mungkin mereka bisa membawa dunia ini menuju perbaikan? Pemikiran ini yang kemudian sedikit mengusik hati beberapa aktivis Yogyakarta. Dari sanalah muncul ide untuk merintis sebuah majalah untuk anak-anak Maitreya Indonesia. Namun pada saat itu situasi belum memungkinkan karena dana yang sangat terbatas, begitu pula tim kerja belum ada. Untuk membuat sebuah majalah tentu diperlukan tim khusus, tim artistik dan bagian-bagian lainnya.
Keinginan kemudian hanya menjadi impian bisu namun tidak pernah pudar. Suatu kali ide itu muncul lagi karena melihat Wadah Ketuhanan yang semakin berkembang, anak-anakpun semakin banyak, sedangkan media mendidik tidak ada padahal anak-anak ini adalah tulang punggung kita, masa depan kita. Di sisi lain banyak anak-anak Maitreya yang bersekolah di sekolah swasta yang tentu saja berbeda keyakinannya, kalau anak-anak tidak dibimbing sejak kecil maka ketika sudah dewasa akan mudah goyah hatinya, apalagi sekolah kebanyakan tidak mendukung iman kita. Alasan-alasan inilah yang membuat aktivis Yogya tadi terpanggil untuk membimbing iman anak-anak ini sejak kecil agar sedini mungkin beriman kepada LAOMU, beriman kepada Budddha Maitreya. Waktu sudah tak bisa diulur lagi. Saat ini masanya sudah tiba untuk memperjuangkan masa depan Maitreya Cilik Indonesia.
BOMA
Dengan restu Pandita, maka dibentuklah sebuah redaksi kecil yang bernama KATAHATI. Awalnya hanya duduk tiga orang muda-i yang mengerjakan seluruh kegiatan di dalamnya. Walau sedikit sibuk karena hanya bertiga, namun Kekuatan LAOMU senantiasa menyertai mereka. Tiada keluhan, yang ada hanyalah kebahagiaan dan rasa syukur atas kesempatan yang Buddha Maitreya berikan ini. Kini Majalah Boma dikerjakan hingga 20 pemuda, karena semua ingin berpartisipasi dalam berkah ini.
Tim redaksi segera beraksi, semua majalah anak-anak Indonesia dibeli, dipelajari. Akhirnya hanya dalam satu minggu lahir sebuah konsep. Konsep ini kemudian diajukan ke petinggi di Wadah Ketuhanan. Namun lagi-lagi belum sempurna. Hampir tiga bulan pertama mereka merasa stress juga. Hanya kousou-lah yang bisa dilakukan agar sungguh-sungguh mengilhami apa yang Buddha Maitreya kehendaki. Seluruh majalah anak dibaca dan dibedah habis-habisan. Semua jenis gambar dipelajari. Wajah Boma sendiri sudah lebih dari 10 kali mengalami perombakan di sana dan di sini. Akhirnya setelah beberapa kali disempurnakan, tiga bulan kemudian lahirlah majalah Boma edisi pertama pada November 2008. Jadi bisa dikatakan perlu setengah tahun untuk merancang BOMA edisi satu. Sungguh kenangan yang indah dan tak terlupakan. Xie Xie LAOMU Ci Bei, Xie Xie Mi Le Fo Ci Bei.
Boma direncanakan terbit dua bulan sekali. Sampai kini telah beredar dua edisi, edisi tiga sedang dalam persiapan. Edisi pertama dicetak sebanyak 2.000 eksemplar dan edisi dua naik menjadi 2.500 eksamplar. Majalah Boma bisa didapat melalui vihara-vihara dengan sumbangan dana suka rela, dalam arti tidak dijual. Sungguh pengorbanan tim majalah Boma patut kita hargai, edisi pertama terbit dengan modal nekad, hanya mengandalkan sumbangan dari donatur dan uang kas hasil penjualan barang-barang bekas. Boma yang mempunyai misi Membangun Masa Depan Duta Cilik Maitreya ini perlu kita dukung, mari menjadi donatur, salurkan dana Anda melalui :
BCA cab. Taman Duta Mas Jakarta Barat
No. Rek. 2771543385 atas nama Jong Cian Caw / Leo Narwin
Hp konfirmasi 087882329800.
Sedangkan alamat redaksi Boma adalah Pusdiklat Sukhavati Maitreya, Jl. Babarsari Gg. Purisari No. 11B Depok, Sleman – D.I Yogyakarta 55281, telp. 0274-489605 dengan email : redaksi_boma@yahoo.com.
Mari kita dukung mereka. Mari bergandeng tangan bersama, berjuang untuk masa depan Maitreya Cilik Indonesia.
Liputan : Liliyana W. Tandarto dan tim redaksi Boma

