LATEST NEWS

May 24th, 2010
Berbagi kasih dengan sesama melalui kegiatan bakti sosial

Sebagai seorang manusia awam, hal yang yang paling membahagiakan didalam hidupnya adalah pada saat ia mendapatkan sanjungan, memperoleh nama baik, reputasi, kedudukan, kekayaan, kemewahan dan masih banyak lagi yang membuat nurani tidak pernah merasa puas dengan apa yang didapatkan sekarang ini. Karena ketercekatan inilah yang membuat kita tidak pernah bisa berbahagia dan bersuka-cita. Merasa hidup ini begitu singkat dan tidak berarti sehingga nurani tidak pernah merasakan kebahagiaan dan suka-cita yang sebenarnya.Sebagai cucu murid dari Buddha Maitreya hendaklah menginsafi dan memahami inti sari dari ajaran Maha Tao Maitreya, bahwa hidup yang paling bermakna dan penuh arti adalah hidup yang tidak mementingkan dirinya sendiri yaitu hidup yang dapat memberikan kebahagiaan, harapan, suka-cita kepada orang lain. Hidup yang demikian adalah hidup yang saling berbagi kasih dengan sesama. Jadi, kita hidup dan datang ke dunia ini tidak sia-sia tetapi memiliki tujuan hidup dan membawa harapan, suka cita, kebahagiaan kepada semua mahkluk yaitu mewujudkan dunia satu keluarga.

Seperti yang sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya menjelang hari “Tri Suci Waisak“ Pusdiklat Buddhis Maitreyawira komplek Duta Mas Jakarta, mengadakan kegiatan kunjungan bakti sosial ke beberapa tempat sosial seperti panti sosial Bina Grahita, panti sosial Bina Laras dan panti sosial Tresna Werdha yang berada di daerah Cengkareng

Kegiatan ini didukung oleh para pandita yaitu Pandita Jondras Kasrian, Pandita Tjie Siu Sun, Pandita Yulianti dan beberapa Pandita lainnya serta dibantu oleh para Thancu serta para umat dan aktifis dari berbagai vihara di Jakarta.

Tujuan dari kegiatan bakti sosial ini adalah “Berbagi kasih dengan sesama saling peduli, memahami serta merasakan bahwa mereka tidak hidup sendiri, walaupun hidup mereka tidak memiliki keluarga, sanak-saudara serta teman yang dapat menghibur dan memperhatikan mereka. Sebaliknya membuat kita yang hidup serba berkecukupan haruslah merasa bersyukur dengan apa yang kita dapatkan sekarang ini. Keluarga yang harmonis, memiliki sanak-saudara bahkan teman yang bisa menghibur dan memberikan semangat kepada kita.

Beberapa tempat kegiatan sosial di daerah Cengkareng yang berhasil dikunjungi salah satunya adalah panti sosial Bina Grahita yang berlokasi di jalan Peta Utara 29 A Pegadungan Jakarta Barat. Panti sosial Bina Grahita adalah salah satu panti instansi pemerintah  yang membantu dan mengurusi anak-anak serta orang dewasa yang mengalami keterbelakangan mental serta keterbelakangan mental ganda (selain mengalami keterbelakangan mental, fisik mereka juga mengalami kekurangan seperti buta, tuli bahkan bisu). Panti sosial Bina Grahita berdiri pada tahun 1997 yang dipimpin oleh H. Hudiyono, S.Pd. Dana untuk membiayai operasional panti tersebut berasal dari pemerintah serta para donatur yang ikut berpartisipasi membantu pembiayaan operasional tersebut. Petugas yang menanganinya berjumlah 28 orang. Jumlah anak-anak serta orang dewasa yang mengalami keterbelakangan mental berjumlah 98 orang yang terdiri dari 20 wanita dan 76 pria. Hampir 99% mereka tidak memiliki orang tua dan berasal dari kehidupan jalanan kota Jakarta. Mereka mendapatkan pendidikan di SLB (sekolah luar biasa) dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang bekerjasama dengan RS.Atmajaya dan RSCM (rumah sakit Cipto Mangunkusumo).

Kemudian berlanjut kunjungan ke panti sosial Bina Laras yang berlokasi di jalan Kemuning No.17 Cengkareng Jakarta Barat. Panti sosial Bina Laras ini adalah salah satu panti instansi pemerintah yang membantu dan mengurusi mereka yang mengalami gangguan kejiwaan. Panti sosial Bina Laras ini berdiri pada tahun 1972 dengan jumlah petugas sebanyak 48 orang. Kebanyakan mereka yang mengalami gangguan kejiwaan berasal dari keluarga yang ekonominya benar-benar tidak mampu dan berasal dari kehidupan jalanan kota Jakarta. Dana untuk membiayai operasional panti tersebut berasal dari pemerintah serta para donatur yang ikut berpartisipasi membantu pembiayaan operasional tersebut. Mereka juga mendapatkan pendidikan moral, keagamaan serta pendidikan keterampilan berupa hasil kerajinan tangan dan mendapatkan pelayanan kesehatan dari instansi pemerintah yang telah di tunjuk.

Beralih kunjungan ke panti sosial Tresna Werdha yang berlokasi di jalan Cendrawasih V No.8 Kel.Cengkareng Barat Jakarta Barat. Panti sosial Tresna Werdha ini berdiri pada tahun 1988 yang dipimpin oleh bapak Ahmad Dumyani, SE, MM dengan jumlah pengurus sebanyak 29 orang. Panti sosial Tresna Werdha ini adalah salah satu panti instansi pemerintah juga yang membantu dan mengurusi serta menjaga para lansia (orang yang lanjut usia) yang kebanyakan berasal dari orang yang benar tidak mampu dan orang yang berasal dari kehidupan jalanan kota Jakarta yang berjumlah 187 orang yang terdiri dari 70 pria dan 119 wanita. Dana untuk membiayai operasional panti tersebut berasal dari pemerintah serta para donatur yang ikut berpartisipasi membantu pembiayaan operasional tersebut. Mereka juga mendapatkan pendidikan moral, keagamaan serta pendidikan keterampilan berupa hasil kerajinan tangan dan mendapatkan pelayanan kesehatan dari instansi pemerintah yang telah di tunjuk.

Semoga dengan diadakannya kegiatan bakti sosial ini membuat kita lebih menyadari pentingnya memahami hidup untuk saling berbagi dengan sesama, berbagi tawa, berbagi suka-cita serta berbagi kebahagiaan kepada semua orang tanpa memandang status sosial yang mereka miliki. Dengan begitu hidup kita akan lebih bernilai dan bermakna. Hidup yang tidak mementingkan diri sendiri tetapi hidup yang peduli dengan orang lain. Jadikanlah kegiatan sosial ini sebagai intropeksi dan menilik ke dalam diri untuk selalu bersyukur atas Rahmat Kasih LaoMu, Kasih Buddha Maitreya, Kasih dari Bapak dan Ibu Guru Suci serta kasih dari para Buddha atas segala rahmat, berkah dan anugerah yang kita miliki sekarang ini.

Written by. LiangYiin

Reporter by. Belky

SHARE

SocialTwist Tell-a-Friend